JAIS Sudah Hilang Rasa Malu, Maka Ia Berbuat Semahunya!

Benarlah sabda Rasulullah (saw), «إِذَا لمَ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ» “Jika engkau sudah tidak punya rasa malu maka berbuatlah semahumu” [HR Bukhari]. Hadis ini mengandungi sindiran tajam berupa peringatan daripada Rasulullah (saw) kepada umatnya agar menjauhi segala perkara yang diharamkan oleh Allah (swt). Di samping itu, Rasulullah (saw) mengkhabarkan kepada kita bahawa sesiapa sahaja yang sudah tidak punya sifat malu, maka dia akan melakukan apa jua perkara yang ia mahu secara terang-terangan tanpa rasa bersalah dan tanpa rasa takut kepada Allah (swt), walaupun hakikatnya apa yang ia lakukan itu merupakan suatu kesalahan yang amat jelas. Begitulah apa yang dilakukan oleh Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) ke atas Hizbut Tahrir. Terbaru, JAIS telah memasukkan nama Hizbut Tahrir dalam doa pada khutbah Jumaat semalam, menggantikan nama Syiah yang selama ini sering disebut, sebagai ajaran yang telah difatwakan sesat di Selangor.

Selain boleh diakses dengan mudah di laman sesawang rasmi JAIS, ramai anggota Hizbut Tahrir yang bersolat Jumaat di sekitar Selangor semalam mendengar sendiri para Khatib membaca teks khutbah yang bertajuk “Bijak mengurus kewangan peribadi” yang dikeluarkan oleh Unit Khutbah, Bahagian Pengurusan Masjid, JAIS, yang menyebut di dalam doa pada khutbah kedua “Justeru kami pohon kehadrat-Mu ya Allah…Peliharalah  kami  daripada  ajaran  yang  terkeluar  daripada  Islam  seperti Qadyani  dan  ajaran-ajaran  yang  difatwakan  sesat seperti Hizbut  Tahrir”. La haula wa la quwwata illa billah…Nampaknya JAIS tidak pernah puas membidik Hizbut Tahrir. Setelah kalah secara intelektual untuk menjawab bantahan yang Hizbut Tahrir keluarkan terhadap fatwa mereka, maka mereka menggunakan kekuasaan untuk menghalang dakwah Hizbut Tahrir. Tidak cukup dengan fitnah dan pembohongan di semua corong dan lorong, tangkapan telah mereka lakukan dan mengheret kami ke mahkamah pun telah (dan sedang) mereka lakukan. Tidak cukup dengan para syabab (pemuda) Hizbut Tahrir, Muslimah Hizbut Tahrir pun mereka tangkap dan akan turut diheret ke mahkamah. Benarlah sabda Rasulullah (saw) bahawa jika orang itu sudah tidak punya malu, maka mereka akan melakukan apa sahaja yang mereka mahu!

JAIS sudah tidak punya malu sedikit pun untuk mencemarkan rumah-rumah Allah (swt) dengan fitnah keji yang mereka lontarkan ke atas Hizbut Tahrir. Ini bukanlah kali pertama, dan bukan juga kali kedua JAIS menggunakan mimbar Jumaat untuk menyebarkan fitnah ke atas Hizbut Tahrir, walhal Hizbut Tahrir telah mengingatkan mereka berkali-kali. JAIS sudah tidak punya rasa malu sedikit pun untuk membohongi umat Islam bahawa Hizbut Tahrir adalah sebuah gerakan sesat, walaupun hakikatnya mereka tidak dapat membuktikan satu pun tuduhan sesat dalam fatwa yang mereka keluarkan! JAIS sudah tidak punya rasa malu sedikit pun kepada Allah (swt) apabila mereka sepatutnya menjalankan kuasa yang diamanahkan kepada mereka untuk menjaga Islam, sebaliknya digunakan untuk menghalang perjuangan Islam dengan memfitnah sebuah gerakan Islam yang berjuang siang dan malam untuk mengembalikan semula Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah. Bermula dengan khutbah yang terbaru ini, tidak mustahil selepas ini nama Hizbut Tahrir akan terus disebut dalam khutbah-khutbah yang akan datang kerana orang yang sudah tidak tahu malu akan sanggup melakukan apa sahaja! Benarlah sabda Rasulullah (saw) bahawa sesiapa sahaja yang sudah tidak punya rasa malu akan pasti melakukan semahunya (tanpa mengira halal dan haram).

Kepada mereka yang masih ada sekelumit keikhlasan dalam JAIS, kami menyeru agar kalian menghentikan segala fitnah dan dosa ini agar kalian dapat bertemu dengan Allah (swt) dengan hati yang tenang, pada hari di mana tidak ada gunanya segala kekuasaan, harta dan anak-anak. Kepada mereka yang tetap memilih kegelapan, maka silalah berbuat semahu kalian, teruskanlah memfitnah Hizbut Tahrir sehingga ajal menjemput kalian jika itulah yang dapat memuaskan hati kalian. Gunalah mimbar masjid setiap minggu, dan jika kalian masih belum puas, gunalah mimbar tersebut setiap hari sebanyak lima waktu untuk melontarkan segala fitnah dan pembohongan kalian ke atas Hizbut Tahrir. Kalian berkuasa untuk berbuat demikian di dunia ini. Justeru, sebagaimana yang kalian mahu dan dengan sifat malu yang sudah tidak ada pada kalian, gunalah kuasa kalian sepenuhnya sehinggalah pada hari kalian bertemu dengan Pemilik Kekuasaan yang sebenar, Pemilik Kekuasaan bagi langit dan bumi!

Kepada para Khatib yang membacakan khutbah dan tidak menyebut Hizbut Tahrir di dalam khutbah mereka kerana mengetahui bahawa Hizbut Tahrir tidak sedemikian, semoga Allah (swt) sahajalah yang dapat membalas kebaikan kalian dan kami doakan agar Allah (swt) terus memberi keberanian kepada kalian dalam menyampaikan kebenaran. Kepada para Khatib yang membacakan khutbah tersebut sepenuhnya, kami doakan agar Allah (swt) mengampuni kalian jika kalian tidak berniat untuk memfitnah Hizbut Tahrir. Kami berharap agar kalian tidak membiarkan diri kalian dan rumah-rumah Allah (swt) yang penuh kemuliaan itu diperalatkan oleh orang atasan kalian yang tidak bertanggungjawab. Dalam masa yang sama, kami juga ingin memberi sedikit peringatan kepada semua orang bawahan yang hanya menurut segala arahan orang atasan tanpa memperhatikan halal dan haram, dengan alasan lazim “Kami hanya mengikut arahan” bahawa alasan tersebut sekali-kali tidak akan dapat menyelamatkan kalian di padang Mahsyar kelak. Sesungguhnya Allah (swt) berfirman,

﴿وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ ۖ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ

“Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah (yang menjadi pengikut) kepada orang-orang yang sombong (yang menjadi pemimpinnya), ‘Sesungguhnya kami dahulu (di dunia) adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindar daripada kami sedikit dari azab Allah?’ Mereka (pemimpin) menjawab, ‘Kalaulah Allah memberi petunjuk kepada kami, nescaya kami dapat memberi petunjuk kepada kamu. (Sekarang) sama sahaja bagi kita, sama ada kita mengeluh atau kita bersabar, sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri (dari azab Allah)” [Ibrahim (14):21].

Abdul Hakim Othman

Jurucakap Hizbut Tahrir Malaysia

Sabtu, 13 Safar 1441 H
12/10/2019 M
Ruj: HTM 1441 / 02


Press Release

JAIS Has Lost Its Shamefulness, So It Does Whatever It Likes!

It’s true when the Messenger of Allah (saw) said, «إِذَا لمَ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ» “If you do not feel ashamed, then do whatever you like.” [Narrated by Bukhari]. This hadith contains a deep insinuation in form of warning from the Messenger (saw) to his Ummah in order not to commit anything prohibited by Allah (swt). In addition, the Messenger (saw) informed us that anyone without shame will do whatever he wants openly, without even feeling guilty and without fearing Allah (swt), despite the fact that what he does is obviously wrong. This is exactly what the Selangor Islamic Religious Department (JAIS) did to Hizb ut Tahrir. Latest, JAIS inserted the name of Hizb ut Tahrir in the du’a of yesterday’s Friday Khutbah (sermon), replacing the ‘Shia’ that is usually mentioned as a deviant teaching in Selangor.

Apart from being easily accessible on the JAIS official website, many Hizb ut Tahrir members themselves who performed Friday’s prayers around Selangor listened to the sermon entitled “Being smart in managing personal finance” read by the Khatib yesterday. The sermon was issued by the Sermon Unit, Mosque Management Division, JAIS, which contains a du’a which read, “We therefore make du’a to you O Allah…Protect us from deviant teachings such as Qadyani and teachings that have been declared by the fatwa as deviant such as Hizb ut Tahrir”. La hawla wa la quwwata illa billah… Apparently JAIS is never satisfied in attacking Hizb ut Tahrir. After being intellectually defeated in their inability to answer the objection that Hizb ut Tahrir issued against their fatwa, they resorted to using their authority in order to prevent the Da’wah of Hizb ut Tahrir. Not content with all sorts of slander and lies that they perpetrated against Hizb in every funnel and tunnel, they have resorted to arresting and dragging Hizb ut Tahrir members to court. And not content with arresting the Shabab (youths) of Hizb ut Tahrir, JAIS even resorted to arresting the Sisters of Hizb ut Tahrir and will drag them to court as well. It is definitely true when the Messenger (saw) said that those who have no shame, then they will do anything they like!

JAIS has no shame, even slightly, in tainting the houses of Allah (swt) with the abhorrent slander that they cast on Hizb ut Tahrir. This is not the first time, nor the second time JAIS used the Friday’s pulpit to spread defamation on Hizb ut Tahrir, despite of our numerous reminders to them. JAIS has no shame, even slightly, to lie to the Muslim Ummah that Hizb ut Tahrir is a deviant group, despite the fact that they failed to prove even a single allegation of their fatwa! JAIS has no shame, even slightly to Allah (swt) when they are supposed to exercise the powers entrusted upon them to protect Islam, they curb the works of Islam instead, by defaming an Islamist group which is working day and night to restore Islam comprehensively under the shield of the Khilafah (Caliphate). Starting with this latest sermon, it is not impossible that the name of Hizb ut Tahrir will continue to be mentioned in the future sermons as the shameless people will dare to do anything! It is true when the Messenger of Allah (saw) said that anyone who has no shame will do whatever he likes (regardless of Halal and Haram).

To those who still have a slight sincerity within JAIS, we call upon you to put an end to all this slander and sin so that you would be able to meet Allah (swt) with tranquility, on a day when all powers, wealth and children are of no use. To those who still want to choose darkness, please do as you wish, do continue to slander Hizb ut Tahrir if that will satisfy you, until your demise invites you. Do use the mosques’ pulpits every week, and if you are still not contented, use the pulpit every day and even five times daily, to cast all your defamation and lies on Hizb ut Tahrir. You have the full power to do so in this world. Therefore, do as you wish, and as you have no shame anymore, just use your power fully until the day you meet the real Lord of Power, The Lord of the heavens and earth!

To the Khatib who recited the sermon and did not mention Hizb ut Tahrir, knowing that Hizb ut Tahrir is not as described, may Allah (swt) reward your righteousness and we pray that Allah (swt) will continue to grant you courage in delivering the truth. To those who read the sermon in full, we pray that Allah (swt) will forgive you should you have no intention to defame Hizb ut Tahrir. We hope that you will not allow yourselves and the sanctity of the houses of Allah (swt) to be tools to your irresponsible superiors. In the meantime, we would also like to remind all the subordinates who follow the command of their superiors blindly, without taking into account Halal and Haram, with your common excuse “We are just following orders”, do realize that your excuse shall not at all save you on the day of Mahshar. Indeed, Allah (swt) says,

﴿وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ

“And they will come out [for judgement] before Allah all together, and the weak will say to those who were arrogant, “Indeed, we were your followers, so can you avail us anything against the punishment of Allah?” They will say, “If Allah had guided us, we would have guided you. It is all the same for us whether we show intolerance or are patient, there is for us no place of escape” [Ibrahim: 21].

Abdul Hakim Othman

Spokesperson of Hizb ut Tahrir in Malaysia

Ref: HTM 1441 / 02
12/10/2019 CE
Saturday, 13th Safar 1441 AH