Jihad Adalah Satu-satunya Solusi Terhadap Pencerobohan Amerika dan Entiti Yahudi, Kedamaian Hanya akan Wujud Setelah Pemangsa Dihapuskan dan Khilafah Memimpin Dunia

Kenyataan Media

Jihad Adalah Satu-satunya Solusi Terhadap Pencerobohan Amerika dan Entiti Yahudi, Kedamaian Hanya akan Wujud Setelah Pemangsa Dihapuskan dan Khilafah Memimpin Dunia

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim berkata yang Malaysia kekal dengan pendirian bahawa segala pertikaian di Asia Barat mesti ditangani melalui jalan damai bagi meredakan ketegangan yang kian meruncing di rantau berkenaan. Menurut beliau, dialog, diplomasi dan kerjasama erat antara negara adalah satu-satunya jalan bagi meredakan ketegangan dan mengembalikan kestabilan, selaras dengan tuntutan kemanusiaan serta prinsip keadilan sejagat. Beliau berkata demikian ketika mengadakan perbualan telefon dengan Putera Mahkota merangkap Perdana Menteri Bahrain Putera Salman Hamad Al-Khalifa serta Presiden Emiriah Arab Bersatu (UAE) Sheikh Mohamed Zayed Al-Nahyan pada 24/03/2026.

Kami ingin bertanya, kenyataan apakah ini? Ingin berdialog, berdiplomasi dan bekerjasama dengan musuh yang membantai saudara-saudara kita tanpa peri kemanusiaan dan menceroboh tanah kita serta menghina agama kita? Tidak cukupkah dengan pembunuhan kejam ke atas lebih 70,000 umat Islam dan kemusnahan besar-besaran yang terjadi di Gaza, tidak termasuk pembunuhan dan kemusnahan yang mereka lakukan di Lubnan, Syria, Yaman dan kini di Iran, untuk kita sedar bahawa mereka adalah musuh yang tidak pernah memahami bahasa diplomasi dan tidak boleh ditoleransi?

Kenyataan ini bukan sahaja tidak berpijak di bumi nyata, malah seakan-akan menafikan hukum jihad yang begitu banyak terdapat di dalam Al-Quran dan Al-Hadis. Isu kita sekarang ialah saudara-saudara kita sedang diperangi dan tanah kita sedang diceroboh. Kami ingin bertanya, adakah jika Malaysia diceroboh, kemudian keluarga, jiran-jiran, rakan-rakan dan saudara-saudara kita dibunuh dengan kejam, dan penceroboh ingin merampas tanah air kita sepenuhnya, maka apakah kita akan berunding, berdialog dan bekerjasama dengan musuh atas nama ingin mencapai perdamaian?

Adakah jika penceroboh meminta kita menghapuskan kekuatan persenjataan kita, mahu merampas sumber alam kita, menghalau kita dari rumah-rumah kita, mahu mengambil alih kedaulatan negara kita, maka kita akan mengajak mereka berdialog dan bekerjasama atas nama perdamaian? Sesungguhnya hanya orang-orang yang bacul, bodoh dan khianat sahaja yang akan berdialog dan bekerjasama dengan musuh, menjual negaranya kepada musuh, menyerahkan kekayaan alam negaranya kepada musuh, membiarkan negaranya dimusnahkan dan membiarkan saudara-saudaranya dibunuh dengan kejam oleh musuh!

Allah (swt) telah pun memberikan jawapan dan solusi kepada kita dalam berhadapan dengan musuh yang sedang memerangi kita, bukan dengan berdialog, berdiplomasi atau bekerjasama. Firman-Nya:

﴿وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian” [Al-Baqarah (2): 190].

Inilah jawapan dari Rabb kita semua dan Rabb semesta alam, bahawa sesungguhnya jihad fi sabilillah ialah satu-satunya solusi apabila kita diperangi, tanah-tanah kita dirampas dan saudara-saudara kita dibunuh. Keseluruhan negeri kaum Muslimin wajib bergabung di bawah satu kepimpinan, satu bendera dan satu perang demi melawan musuh. Inilah perintah Allah dan inilah solusi tuntas buat umat Islam.

Sesungguhnya malapetaka menimpa umat ini tidak lain ialah kerana pemimpin mereka yang bacul, bodoh dan khianat, lebih-lebih lagi merupakan agen atau boneka kepada musuh, senantiasa berlutut kepada musuh dan memaksa rakyatnya untuk bersamanya tunduk kepada musuh. Sungguh, menjadi kewajipan kepada umat Islam untuk mengingkari para pemimpin seperti ini, malah menumbangkannya agar ini umat ini kembali meraih kemenangan dan kemuliaan mereka.

Sesungguhnya Islam tidak pernah, dan tidak akan menang melalui tangan pemimpin yang bacul, bodoh dan khianat, tetapi ia akan menang melalui tangan pemimpin yang amanah, bertakwa, bijaksana, pemberani, tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Ia bukan sekadar keperluan syarie untuk umat ini memiliki pemimpin seperti ini, malah sejarah telah mencatat bagaimana Islam ditegakkan, disebar-luaskan dan menjadi super power dunia hanya di bawah pemimpin yang amanah, bertakwa, bijaksana, pemberani dan tidak takut kecuali hanya kepada-Nya. Kekhilafan Islam selama lebih 1300 tahun telah menjadi bukti akan hakikat ini, di mana Islam menguasai lebih satu per tiga dunia kerana memiliki para Khalifah yang umpama singa di medan laga dan politik, yang tidak pernah memberi muka kepada musuh-musuhnya.

Sejarah juga mencatat bahawa kedamaian dunia hanya tercapai di bawah Khilafah yang berfungsi sebagai perisai ummah, penerap syariah dan penyebar rahmah. Dunia tidak pernah, dan tidak akan aman, apabila dipimpin oleh kuasa kuffar mahu pun para penguasa Ruwaibidhah, yang semua ini merupakan pemangsa kepada umat. Bagaimana mungkin kambing akan aman jika serigala masih berkeliaran? Justeru, siapa pun yang mendambakan kedamaian dunia sekali gus menghancurkan kekufuran, maka kami menyeru kalian untuk bersama Hizbut Tahrir dalam perjuangan untuk mengembalikan semula al-Khilafah ar-Rasyidah Ala Minhaj Nubuwwah, sebuah perjuangan mulia yang kemenangannya telah pun dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya, melalui tangan orang-orang yang beriman dan beramal soleh:

﴿وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di kalangan kamu dan yang beramal soleh, bahawa Dia akan menjadikan mereka para Khalifah yang berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka para Khalifah yang berkuasa. Dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, dan Dia akan menggantikan (keadaan) mereka sesudah ketakutan mereka menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu. Dan barangsiapa yang kafir sesudah (janji) itu, mereka itulah orang-orang yang fasik” [An-Nur (24): 55].

Abdul Hakim Othman

Jurucakap Rasmi Hizbut Tahrir Malaysia

 

Ruj: HTM 1447 / 05
Jumaat, 09 Syawal 1447 H
27/03/2026 M

MUAT TURUN PDF


Press Release

Jihad Is the Only Solution to American and the Jewish Entity’s Aggression, Peace Will Only Prevail Once the Predators Are Eradicated and the Caliphate Leads the World

The Prime Minister of Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, stated that Malaysia maintains its stance that all disputes in the Middle East must be solved through peaceful means to de-escalate the heightening tensions in the region. According to him, dialogue, diplomacy, and close cooperation between nations are the only avenues to ease tensions and restore stability, in accordance with humanitarian demands and the principles of universal justice. He made these remarks during telephone conversations with the Crown Prince and Prime Minister of Bahrain, Prince Salman Hamad Al-Khalifa, and the President of the United Arab Emirates (UAE), Sheikh Mohamed Zayed Al-Nahyan, on March 24, 2026.

We want to ask; what kind of statement is this? Desiring dialogue, diplomacy, and cooperation with an enemy that slaughters our brethren inhumanely, encroaches upon our lands, and insults our religion? Is the brutal massacre of over 70,000 Muslims and the massive devastation in Gaza – not to mention the killings and destruction they have wrought in Lebanon, Syria, Yemen, and now Iran – not enough for us to realize that they are an enemy that has never understood the language of diplomacy and cannot be tolerated?

This statement is not only entirely detached from reality but also seemingly denies the injunctions of Jihad so abundantly found in the Quran and Hadith. The issue at hand is that our brethren are being attacked and our lands are being invaded. We wish to ask; if Malaysia were to be invaded, and our families, neighbours, friends, and relatives were brutally murdered, and the aggressors sought to entirely usurp our homeland, would we then negotiate, engage in dialogue, and cooperate with the enemy in the name of achieving peace?

If the aggressors demanded that we dismantle our military strength, sought to seize our natural resources, expelled us from our homes, and intended to strip our nation of its sovereignty, would we invite them to dialogue and cooperate in the name of peace? Verily, only cowards, fools, and traitors would dialogue and cooperate with the enemy, selling out their nation to the enemy, surrendering the country’s natural wealth to the foe, and allowing their nation to be destroyed and their brethren to be brutally murdered by the enemy!

Allah (swt) has already provided us with the answer and the solution when facing an enemy that is waging war against us – not through dialogue, diplomacy, or cooperation. He declares: ﴿وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ “And fight in the way of Allah those who fight you” [Al-Baqarah (2): 190].

This is the decree from our Lord and the Lord of the worlds: that indeed, Jihad Fi Sabilillah (war in the path of Allah) is the absolute sole solution when we are attacked, our lands are seized, and our brethren are killed. All Muslim lands are obligated to unite under one leadership, one banner, and one war to fight the enemy. This is the command of Allah, and this is the definitive solution for the Muslim Ummah.

Verily, the catastrophe befalling this Ummah is due to none other than their cowardly, foolish, and treacherous leaders. Furthermore, these leaders act as agents or puppets of the enemy, constantly kneeling before them and forcing their people to submit to the enemy alongside them. Indeed, it is an obligation upon Muslims to reject such leaders and even to overthrow them, so that this Ummah may once again reclaim its victory and glory.

Islam has never, and will never, achieve victory through the hands of cowardly, foolish, and treacherous leaders. Instead, it will triumph through the hands of leaders who are trustworthy, pious, wise, and courageous – fearing none but Allah. It is not merely a Sharia requirement for this Ummah to possess such leaders; rather, history has recorded how Islam was established, propagated, and elevated to a global superpower solely under leaders who were trustworthy, pious, wise, courageous, and feared none but Him. The Islamic Caliphate, spanning over 1,300 years, stands as a testament to this truth, wherein Islam governed more than a third of the world because it possessed Caliphs who were like lions in the battlefields and politics, never yielding to their enemies.

History also documented that global peace is only attainable under the Caliphate, which functions as the shield of the Ummah, the implementer of Sharia, and the disseminator of mercy. The world has never been, and will never be, peaceful when led by disbelieving powers (Kuffar) or by Ruwaibidhah (incompetent and corrupt) rulers, all of whom act as predators upon the Ummah. How can the sheep be safe if the wolves still roam?

Therefore, to whoever yearns for global peace while simultaneously dismantling kufr (disbelief), we call upon you to join Hizb ut Tahrir in our works to re-establish al-Khilafah ar-Rashidah Ala Minhaj Nubuwwah (the Rightly Guided Caliphate upon the Method of the Prophethood) – a noble work whose victory has already been promised by Allah (swt) and His Messenger (saw), through the hands of those who believe and do righteous deeds: ﴿وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ“Allah has promised those who have believed among you and done righteous deeds that He will surely grant them succession [to authority] upon the earth just as He granted it to those before them and that He will surely establish for them [therein] their religion which He has preferred for them and that He will surely substitute for them, after their fear, security, [for] they worship Me, not associating anything with Me. But whoever disbelieves after that – then those are the defiantly disobedient” [An-Nur (24): 55].

Abdul Hakim Othman

Official Spokesperson of Hizb ut Tahrir in Malaysia

Ref: HTM 1447 / 05
Friday, 09th Shawwal 1447 AH
27/03/2026 CE

DOWNLOAD HERE